Perspektif hukum agraria terhadap perlindungan para pihak dalam kontrak pembangunan pipa gas bawah tanah
Abstract
The construction of underground gas pipelines across privately owned land may create legal uncertainty, restrict land use, and trigger compensation disputes when it relies solely on right-of-way agreements without clear minimum standards. This study formulates minimum contractual clauses for right-of-way agreements to protect land-right holders within Indonesia’s agrarian-law framework. Using a normative-juridical method with statutory and conceptual approaches, this research examines primary legal materials consisting of the Basic Agrarian Law, the Land Acquisition Law, Government Regulation Number 18 of 2021, Government Regulation Number 19 of 2021, Minister of ATR/BPN Regulation Number 19 of 2021, and Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 32 of 2021, as well as secondary legal materials in the form of books, journal articles, and references on right-of-way and easement practices. These materials were obtained through library research and document review and analyzed prescriptively. The findings show that minimum clauses should regulate parties’ authority, corridor identification, access scope, land-use restrictions, duration, compensation, liability, restoration, supervision, and dispute resolution. These standards strengthen legal certainty, reduce conflict, and balance private land rights with energy infrastructure needs.
Pembangunan pipa gas bawah tanah yang melintasi tanah milik perseorangan dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, membatasi pemanfaatan tanah, dan memicu sengketa kompensasi apabila hanya didasarkan pada perjanjian hak lintas tanpa standar minimum yang jelas. Penelitian ini merumuskan klausul minimum kontrak hak lintas untuk melindungi pemegang hak atas tanah dalam kerangka hukum agraria Indonesia. Dengan menggunakan metode yuridis-normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji bahan hukum primer yang terdiri atas Undang-Undang Pokok Agraria, Undang-Undang Pengadaan Tanah, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 19 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2021, serta bahan hukum sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan referensi mengenai praktik hak lintas dan easement. Bahan-bahan tersebut diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelaahan dokumen, lalu dianalisis secara preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausul minimum harus mengatur kewenangan para pihak, identifikasi koridor, ruang lingkup akses, pembatasan penggunaan tanah, jangka waktu, kompensasi, tanggung jawab, pemulihan tanah, pengawasan, dan penyelesaian sengketa. Standar ini memperkuat kepastian hukum, mengurangi konflik, dan menyeimbangkan hak atas tanah dengan kebutuhan infrastruktur energi.
References
Alim, S. (2024). Pemberian ganti kerugian pengadaan tanah untuk kepentingan umum terhadap tanah hak milik. Gorontalo Law Review, 7(1), 42–55. https://doi.org/10.32662/golrev.v7i1.3332
Association of International Energy Negotiators (AIEN). (n.d.). Model contracts. Retrieved February 9, 2026, from https://www.aien.org/model-contracts/
Asshiddiqie, J. (2016). Konstitusi ekonomi. Penerbit Buku Kompas.
Bastanta, A., & Sitabuana, T. H. (2024). Pemenuhan asas keadilan dalam pemberian ganti kerugian terhadap pemilik tanah akibat pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. UNES Law Review, 6(3), 8463–8471. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1753
Bykowa, E., & Voronetskaya, V. (2025). A compensation strategy for the negative impacts of infrastructure facilities on land use. Sci, 7(3), 95. https://doi.org/10.3390/sci7030095
Dalimunte, S. N. I. S., & Taupiqqurrahman, T. (2023). Problematika pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum di Indonesia. Simbur Cahaya, 30(1), 116–132. https://doi.org/10.28946/sc.v30i1.2748
Effendry. (2025). Penetapan ganti rugi berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Pasal 9 Ayat 2. Jurnal Hukum Sasana, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.31599/sasana.v11i1.2975
Elvira, A. J., & Yahman, D. (2023). Dispute resolution related to the determination of compensation price in land acquisition for public interest of Wonokromo - Jombang double track railway. Journal of Law Theory and Law Enforcement, 2(4), 66–82. https://doi.org/10.56943/jlte.v2i4.411
Enbridge. (2019). Pipeline rights-of-way: What you need to know. https://www.enbridge.com/~/media/Enb/Documents/Factsheets/US-GTM-fact-sheets-fall-2019/20190927FSROWPrimerUSGTM.pdf
Fuady, M. (1999). Hukum kontrak: Dari sudut pandang hukum bisnis. Citra Aditya Bakti.
Gozali, D. S. (2017). Hukum pengadaan tanah: Asas kesepakatan dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. UII Press.
Irawan, Y., & Junarto, R. (2022). Persepsi dan minat masyarakat pesisir terhadap sertipikat tanah. Widya Bhumi, 2(2), 104–122. https://doi.org/10.31292/wb.v2i2.44
Jalbert, K., Dickinson, K. L., Baka, J., & Florence, N. (2023). Influence in the right-of-way: Assessing landowners’ risk decision-making in negotiating oil and gas pipeline easements. The Extractive Industries and Society, 14, Article 101276. https://doi.org/10.1016/j.exis.2023.101276
Jenneson, M. (2025). From right-of-way to recovery: Challenges and opportunities in pipeline right-of-way restoration in Northeast British Columbia [Master's thesis, Royal Roads University]. https://doi.org/10.25316/IR-20419
Junarto, R., & Suhattanto, M. A. (2022). Kolaborasi menyelesaikan ketidaktuntasan program strategis nasional (PTSL-K4) di masyarakat melalui Praktik Kerja Lapang (PKL). Widya Bhumi, 2(1), 21–38. https://doi.org/10.31292/wb.v2i1.24
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2021). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2021). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2021 tentang Inspeksi Teknis dan Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi. https://peraturan.bpk.go.id/Download/261051/Permen%20ESDM%20No.%2032%20Tahun%202021.pdf
Kew Law LLP. (2023). Wayleaves and easements: What’s the difference? https://www.kewlaw.co.uk/helpful-guide/wayleaves-and-easements-whats-the-difference/
Khasanah, D. D., & Alfons, A. (2021). Analisis yuridis akibat dari musnahnya obyek jaminan yang dilekati hak tanggungan karena bencana alam. Widya Bhumi, 1(2), 149–159. https://doi.org/10.31292/wb.v1i2.15
Landefeld, M., & Hall, P. K. (2016, May 23). Oil and gas pipeline easement checklist. Ohioline. https://ohioline.osu.edu/factsheet/anr-31
Lubis, I., Lubis, D. I. S., & Lubis, A. H. (2024). Dinamika hukum agraria dan urbanisasi: Pengelolaan hak guna ruang bawah tanah di kota-kota besar Indonesia. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 18(2), 167–187. https://doi.org/10.33019/progresif.v18i2.5709
Manurung, S., Laksmana, R., & Prasetyo, P. K. (2019). Problematika konsinyasi pengadaan tanah pembangunan jalan tol Krian Legundi Bunder di Kabupaten Gresik. Tunas Agraria, 2(1), 141–171. https://doi.org/10.31292/jta.v2i1.21
Mappatombong, A. R. E., Wahyono, E. B., & Laksamana, R. (2021). Permodelan 3D cadastre untuk penyajian informasi penggunaan dan pemanfaatan ruang bawah tanah. Tunas Agraria, 3(1), 50–69. https://doi.org/10.31292/jta.v3i1.67
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana Prenadamedia Group.
Nabila, C. F., & Ardliansyah, M. F. (2025). Strategi berbasis konsinyasi dalam mewujudkan kepastian hukum terhadap kepentingan umum. Widya Yuridika, 8(2), 397–410. https://doi.org/10.31328/wy.v8i2.6447
Nadzir, M., Akbar, R. G., & Budiyoto, S. (2021). Problematika pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum pada sektor migas. Jurnal de Jure, 13(2), 59–75. https://doi.org/10.36277/jurnaldejure.v13i2.538
Naufal, M. F. A., Isharyanto, & Husodo, J. A. (2022). Analisis penegakan hukum pelaksanaan ganti kerugian pengadaan tanah untuk jalan tol Solo-Jogja. Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum, 164–174. https://proceedings.ums.ac.id/pdih/article/view/304/303
Padjo, M., & Salim, M. N. (2014). Memetakan konflik dalam pengadaan tanah Bandara Komodo. Bhumi: Jurnal Ilmiah Pertanahan, 13(40), 545–562. https://doi.org/10.31292/jb.v0i40.190
Pattra, L., Ismail, N., & Wibowo, R. A. (2025). National strategic projects and compensation issues in land acquisition in Indonesia: A justice theory perspective. Jurnal Hukum dan Peradilan, 14(1), 1–28. https://doi.org/10.25216/jhp.14.1.2025.1-28
Peráček, T., & Kaššaj, M. (2025). Legal easements as enablers of sustainable land use and infrastructure development in smart cities. Land, 14(4), 681. https://doi.org/10.3390/land14040681
Peranginangin, E. (1991). Hukum agraria di Indonesia: Suatu telaah dari sudut pandang praktisi hukum. Rajawali.
Prasetyo, P. K., Christine, R. V., & Sudibyanung, S. (2020). Implementasi asas keterbukaan pada pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum: Antara harapan dan kenyataan. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 6(1), 222–234. https://doi.org/10.31292/jb.v6i1.421
Putri, S. P., Sudirman, S., & Laksamana, R. (2019). Mekanisme penilaian tanah dan konsinyasi dalam kegiatan pengadaan tanah (Studi kasus terhadap bidang tanah yang mengalami penolakan dari pihak yang berhak pada pembangunan Bandara Baru Yogyakarta). Tunas Agraria, 2(2), 60–82. https://doi.org/10.31292/jta.v2i2.29
Rais, F. A. P., Purba, H., & Aflah. (2025). Analisa yuridis tentang cacat hukum penetapan ganti kerugian pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam pembangunan (Studi putusan Mahkamah Agung Nomor 1382 PK/Pdt/2022). Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(9). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i9.1630
Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. https://peraturan.bpk.go.id/Download/40571/UU%20Nomor%205%20Tahun%201960.pdf
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. https://peraturan.bpk.go.id/Download/28381/UU%20Nomor%202%20Tahun%202012.pdf
Republik Indonesia. (2021a). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. https://peraturan.bpk.go.id/Download/154522/PP%20Nomor%2018%20Tahun%202021.pdf
Republik Indonesia. (2021b). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. https://peraturan.bpk.go.id/Download/154523/PP%20Nomor%2019%20Tahun%202021.pdf
Santoso, U. (2012). Hukum agraria: Kajian komprehensif. Kencana.
Santoso, U. (2018). Buku ajar hukum pengadaan tanah dan pendaftaran hak atas tanah. Revka Prima Media.
Sumardjono, M. S. W. (2008). Tanah dalam perspektif hak ekonomi, sosial dan budaya. Penerbit Buku Kompas.
Suntoro, A. (2019). Penilaian ganti kerugian dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum: Perspektif HAM. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 5(1), 13–28. https://doi.org/10.31292/jb.v5i1.316
Ujung, Y., Kalalo, F. P., & Lumintang, D. W. (2025). Tinjauan yuridis pelaksanaan ganti rugi pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum di Melonguane daerah Kabupaten Kepulauan Talaud (Studi kasus Putusan Nomor 45/Pdt.G/2022/PN Mgn). LEX PRIVATUM, 15(5). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/issue/view/3996
Wibowo, R., Fuad, F., & Rifai, A. (2025). Compensation for land procurement for public interests law and international safeguard perspective. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(01), 256–268. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i1.6187
Copyright (c) 2026 Shinta Pangesti, Fredsly Hendra Sardol Girsang, Khairina Widyanti, Shinta Kumala Syari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









