Penataan dan rekonstruksi batas bidang tanah PTSL menggunakan metode block adjustment dan plugin perekat

  • Lalu Ubai Abdillah Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Trias Aditya Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Keywords: block adjustment, certified land parcels, PTSL

Abstract

During the implementation of Complete Systematic Land Registration (PTSL), spatial discrepancies frequently occur between previously certified land data and newly measured results. These inconsistencies include positional shifts, shape distortions, area differences, and overlapping parcels, highlighting the need for accurate spatial adjustment. Traditional manual methods, which rely on basic repositioning, rotation, and translation, are prone to human error and often fail to maintain spatial topology and consistency among adjacent parcels. This study evaluates the application of the block adjustment method using the PEREKAT plugin in QGIS to improve the quality of spatial data. The research was conducted in Suwaru Village, Tulungagung Regency, a designated PTSL location in 2023. The effectiveness of the method was assessed through area accuracy and significance tests on 74 previously mapped certified parcels. The results indicate that 69 parcels (93%) meet the area accuracy tolerance specified in the 2022 PTSL Technical Guidelines. In addition, the significance test at a 95% confidence level produced a Zo value of 0.734, which is lower than the critical value (Za = 1.96), indicating that the adjustments are statistically acceptable. These findings confirm that the PEREKAT plugin is an effective tool for automated land parcel adjustment, ensuring high-quality spatial data in PTSL implementation.

Dalam pelaksanaan kegiatan PTSL, sering ditemukan ketidaksesuaian spasial antara bidang tanah yang telah terpetakan dan bersertifikat dengan hasil pengukuran terbaru. Ketidaksesuaian ini meliputi perbedaan posisi, bentuk, luas, hingga tumpang tindih antarbidang tanah, sehingga memerlukan penyesuaian spasial yang akurat. Penataan bidang tanah selama ini umumnya dilakukan secara manual melalui proses reposisi, rotasi, dan translasi, namun metode tersebut rentan terhadap kesalahan serta sulit menjaga konsistensi spasial antarbidang. Penelitian ini menerapkan metode block adjustment menggunakan plugin PEREKAT pada perangkat lunak QGIS untuk menata bidang tanah sekaligus menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas data spasial. Penelitian dilakukan di Desa Suwaru, Kabupaten Tulungagung, yang merupakan lokasi pelaksanaan PTSL Tahun 2023. Evaluasi hasil penataan dilakukan melalui uji akurasi luas dan uji signifikansi terhadap 74 bidang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69 bidang (93%) memenuhi toleransi akurasi luas sesuai dengan Petunjuk Teknis PTSL 2022. Selain itu, uji signifikansi pada tingkat kepercayaan 95% menghasilkan nilai Zo sebesar 0,734 yang lebih kecil dari nilai kritis Za sebesar 1,96, sehingga hasil penataan dapat diterima secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa metode block adjustment menggunakan plugin PEREKAT pada QGIS efektif untuk penataan spasial bidang tanah dalam kegiatan PTSL.

References

Aditya, T. (2023). Visualizing title uncertainty and quality issues in the digital era of land administration [Paper presentation]. FIG Commission 7 Annual Meeting 2023, FIG–International Federation of Surveyors, Indonesia. https://fig.net/resources/proceedings/fig_proceedings/7_2023/papers/se02/SE02_aditya_12363.pdf

Aditya, T., Santosa, P. B., Yulaikhah, Y., Widjajanti, N., Atunggal, D., & Sulistyawati, M. (2021). Validation and collaborative mapping to accelerate quality assurance of land registration. Land Use Policy, 109, Article 105689. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105689

Badan Informasi Geospasial. (2018). Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 6 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Kepala BIG Nomor 15 Tahun 2014 tentang pedoman teknis ketelitian peta dasar. https://peraturan.bpk.go.id/Details/269444/peraturan-big-no-6-tahun-2018

Enemark, S. (2004, October). Building land information policies. In Proceedings of the Special Forum on Building Land Information Policies in the Americas (pp. 1–20). Aguascalientes, Mexico. https://www.fig.net/resources/proceedings/2004/mexico/papers_eng/ts2_enemark_eng.pdf

Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. https://peraturan.bpk.go.id/

Junarto, R., Djurjani, D., Permadi, F. B., Ferdiansyah, D., Admaja, P. K., Sholikin, A. R., & Rahmansani, R. (2020). Pemanfaatan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) untuk pemetaan kadaster. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 6(1), 105–118. https://doi.org/10.31292/jb.v6i1.428

Junarto, R., & Suhattanto, M. A. (2022). Kolaborasi menyelesaikan ketidaktuntasan program strategis nasional (PTSL-K4) di masyarakat melalui Praktik Kerja Lapang (PKL). Widya Bhumi, 2(1), 21-38. https://doi.org/10.31292/wb.v2i1.24

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2023). Petunjuk teknis pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap. Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang.

Klebanov, M., & Doytsher, Y. (2009). Cadastral triangulation: A block adjustment approach for joining numerous cadastral blocks. Nordic Journal of Surveying and Real Estate Research, 4(1), 45–60. https://journal.fi/njs/article/view/2554

Kraak, M.-J., & Ormeling, F. (2007). Kartografi dan visualisasi data geospasial (Alih Bahasa). Gadjah Mada University Press.

Kusmiarto. (2017). Problematika pembenahan data spasial bidang tanah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. In Prosiding Seminar Nasional Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya (pp. 10–25). Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional & Pusat Studi Hukum Agraria Universitas Trisakti.

Kusyaeri, A., Suyudi, B., & Martanto, R. (2020). Partisipasi masyarakat dalam penyiapan peta kerja untuk mendukung pendaftaran tanah sistematis lengkap (Studi Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar). Tunas Agraria, 3(1), 145–162. https://doi.org/10.31292/jta.v3i1.102

MacEachren, A. M. (1995). How maps work: Representation, visualization, and design. Guilford Press.

MacEachren, A. M., & Kraak, M.-J. (1997). Exploratory cartographic visualization: Advancing the agenda. Computers & Geosciences, 23(4), 335–343. https://doi.org/10.1016/S0098-3004(97)00018-6

Marryanti, S., & Nurrokhman, A. (2021). Kepastian hukum hak atas tanah: Pelajaran dari kekalahan perkara pertanahan di pengadilan. Jurnal Pertanahan, 11(2), 120–135. https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.111

Mawadah, M. (2021). Peningkatan kualitas data bidang tanah di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Tunas Agraria, 4(2), 168–174. https://doi.org/10.31292/jta.v4i2.143

Ogundare, J. O. (2018). Understanding least squares estimation and geomatics data analysis. John Wiley & Sons.

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. (1997). Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

Sutaryono, S., Junarto, R., Pinuji, S., Mahasari, J., & Mujiburohman, D. A. (2024). Land rights and agrarian reform in forest areas: A basis for sustainable development. International Journal of Sustainable Development & Planning, 19(1), 211–220. https://doi.org/10.18280/ijsdp.190122

Wolf, P. R., & Dewitt, B. A. (2014). Elements of photogrammetry: With applications in GIS (4th ed.). McGraw-Hill Education.

Yulaikhah, Aditya, T., Santosa, P. B., Widjajanti, N., Sulistyawati, M. N., Sari, T. W., Aly, A. N., Setyanagara, S., & Afifah, A. N. (2023). Development of block adjustment application for the spatial data quality improvement purpose of registered land parcel. GeoLandSEA, 47–54.

CROSSMARK
Published
2026-04-16
DIMENSIONS
How to Cite
Abdillah, L. U., & Aditya, T. (2026). Penataan dan rekonstruksi batas bidang tanah PTSL menggunakan metode block adjustment dan plugin perekat. Widya Bhumi, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.31292/wb.v6i1.253
Section
Articles